Candlestick adalah sebuah teknik untuk memetakan pergerakan harga pasar baik itu saham, komoditi maupun Valas (Forex).
Teknik ini diciptakan oleh MUNEHISA HOMMA (jepang, 1724-1803), kemudian pada tahun 1991, STEVE NISON memperkenalkan teknik ini kedudia barat dalam bukunya yang berjudul Japanese Candlestick Charting Technique.
Bagaimana cara membaca candlestick
Candlestick yang putih adalah candles bullish (naik) dan yang hitam adalah candle bearish (turun), pada candle itu ada yang di sebut badan atau body yaitu selisih antara open dan close, dan juga Shadow (bayangan), yakni selisih antara hi/low dan open/close. Panjang body dan shadow ini memegang peranan penting, semakin panjang body maka semakin jelas arah pasar yang terlihat melalui candlestick, semakin panjang shadow menunjukan semakin besar tekanan balik yang diberikan pasar atas tren yang terlihat melalui candlestick.
Dalam sebuah grafik candlestick (grafik lilin), terkandung informasi : harga pembukaan (open), harga penutupan (close), dan dinamika pergerakan harga (hi : tertinggi dan low : terendah). Bagian bawah menunjukan harga terendah (lower shadow) sementara bagian atas adalah harga tertinggi (upper shadow), dalam grafik lilin di bagian tengan terdapat kotak, kotak ini akan diberi warna yang menandakan bahwa harga naik atau turun. Bila candle tidak berwarna (biru), menandakan bahwa harga naik, dan bila kotak berwarna merah menadakan harga turun.
Harga naik apabila harga penutupan > harga pembukaan, dan harga turun apabila harga penutupan < harga pembukaan.
disini kita melihat pasti ada jeda waktu antara harga pembukaan dan penutupan, jeda (gap) ini sering disebut dengan time frame, yang bisa diatur sesuai dengan keinginan kita, misalnya : 1 menit, 5 menit, 15 menit, 30 menit, 1 jam, 4jam, 1 hari, 1 minggu, 1 bulan.
Sampai disini kita sudah mengetahui beberapa hal tentang grafik candlestick, Yaitu :
• open-close-high-low
• shadow-body
Struggle for survive on the trading forex market
Frento T. Suharto, MM, MBA







