Recent Articles
Tampilkan postingan dengan label Secret Of Succes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Secret Of Succes. Tampilkan semua postingan

Winner Trader (Van K Tharp)


Dr Van K Tharp yang membuat suatu riset atas para trader dan investor individu, termasuk di dalamnya banyak investor dan trader top yang ada di dunia dimana dalam riset tersebut di buat beberapa parameter yang akan bisa mengukur seberapa jauh mental psikologi seseorang berpengaruh terhadap keberhasilan tradingnya. Ada 3 bagian yang diukur yaitu :

     Faktor Psikologi, dengan 5 parameter di dalam nya : 
  1. Kehidupan pribadi yang lengkap
  2. Sikap yang positif
  3. Motivasi dalam mendapatkan uang
  4. Sedikit nya konflik dalam diri orang yang bersangkutan
  5. Bertanggung jawab atas setiap tindakan yang di ambil 

     Faktor dalam membuat keputusan , dengan 3 parameter di dalamnya : 
  1. Pengetahuan yang kuat atas factor-faktor tehnikal dan fundamental di dalam pasar
  2. Kemampuan untuk membuat keputusan yang tepat tanpa bias.
  3. Kemampuan untuk berpikir secara independent. 

     Faktor me “manage” disiplin , juga dengan 3 parameter di dalamnya : 
  1. Kontrol Risiko
  2. Kemampuan untuk bersabar.
  3. Intuisi 

Dari risetnya ini Dr Van K Tharp, menemukan karakteristik dari orang-orang yang biasanya kalah dalam trading, sebagai berikut :

  1. Sangat Tertekan dan punya perlindungan yang sedikit terhadap Stress. 

    Orang- orang yang hidupnya tertekan, tidak tenang dan suka stress, adalah orang-orang yang kalau mereka trading, biasanya mereka akan kalah dalam tradingnya. Ini adalah hasil dari suatu riset yang tentunya sudah berdasarkan fakta-fakta yang ada. Namun tanpa itupun, kita tetap bisa mengambil kesimpulan yang sama, hanya berdasarkan logika. Trading memerlukan kepastian dan keteguhan hati untuk menjalankan apa yang telah direncanakan dalam Perencanaan Tradingnya. Tanpa ini trading akan sangat berbahaya.

    Sebagaimana yang kita ketahui bahwa pasar selalu bergerak naik turun dan bisa saja analisa kita akan pergerakan harga sudah benar, tetapi dia akan bergerak kearah yang berlawanan dengan posisi kita lebih dahulu sebelum akhirnya kembali kepada apa yang kita dapatkan dalam analisa kita. Misalnya, kita sudah menganalisa dan mengambil keputusan untuk “ buy” karena menurut analisa kita harga akan segera naik, tetapi ternyata setelah kita ambil posisi beli, harga malah turun duluan baru setelah itu naik lagi seperti analisa kita sebelumnya. Kalau hati kita tidak teguh, maka kita sudah buru-buru “ cut loss “ , padahal kalau kita tunggu sebentar lagi saja, harga akan sudah naik persis seperti yg kita sudah prediksikan dalam analisa kita sebelumnya.

  2. Pandangan yang negatif terhadap kehidupan ini.

    Mereka yang punya pandangan yang negative terhadap kehidupan ini biasanya kalau mereka trading juga akan kalah pada akhirnya. Inilah yang di dapatkan dari hasil riset Dr Van K Tharp berdasarkan fakta-fakta yang ada. Bagaimanakah pandangan yang negative terhadap kehidupan ini ? Pandangan yang negative terhadap kehidupan ini misalnya adalah merasa  bahwa hidup ini susah dan apa yang diperbuat selalu gagal.

    Tidak sedikit orang yang memiliki pandangan yang negative terhadap kehidupan ini. Dan celakanya mereka tidak menyadari bahayanya cara pandang yang demikian. Cara pandang yang demikian akan membawa mereka menuju kegagalan dalam hidup ini secara keseluruhan, termasuk dalam hal trading. Tanpa disadari cara pandang seperti ini akan mempengaruhi mekanisme berpikir yang menghasilkan keputusan-keputusan yang salah, yang menyebabkan kegagalan, termasuk keputusan dalam keluar masuk posisi trading. Itulah sebabnya kenapa mereka yang punya pandangan yang negative terhadap kehidupan ini cenderung kalah dalam trading.
  3. Selalu berjaga-jaga akan terjadi yang terburuk.
    Sikap yang selalu berjaga-jaga akan terjadi yang terburuk, adalah saudara kembar dari berpikiran yang negative terhadap kehidupan ini. Pengaruhnya untuk membuat kegagalan dalam kehidupan ini sama besarnya. Orang yang seperti ini adalah orang yang susah bekerjasama dengan orang lain dan selalu menjadi penghalang bagi kemajuan di dalam suatu organisasi.

    Perusahaan akan sulit maju apabila banyak pegawainya yang seperti ini. Setiap ada suatu proyek yang baru yang mau dijalankan maka orang seperti ini akan menentang habis-habisan karena takut akan terjadi yang terburuk nantinya. Orang seperti ini akan selalu melihat bahaya dalam setiap kesempatan dan problem dalam setiap jawaban atau jalan keluar. Ini adalah mental orang-orang yang kalah dalam kehidupan ini, tentu termasuk di dalam trading. Jadi jelas karakteristik orang seperti ini cenderung kalah dalam trading.


Sumber: Lie Ricky Ferlianto
             vibiznews.com

Brian Shanon


Brian Shannon adalah seorang Trader yang mempunyai kemampuanTechnical Analysis yang tinggi. Dia berkata bahwa kita jangan sampai SERAKAH dalam menghadapi BULL MARKET. Janganlah sampai kita mengejar demi keuntungan yang tinggi, karena sebagai TRADER, kita tetap dapat profit untuk market BULLISH maupun BEARISH.

saya mempunyai pengalaman pribadi mengenai sifat serakah ini. Waktu itu ketika Market terus menunjukkan BULLISH trend. Maka itu, saya mencoba untuk mempunyai position Vertical Credit Spread (BULL PUT) dengan objective return lebih dari 10%. Seperti yang anda ketahui, sangat sulit sekali untuk memasang posisi pada saat market bergerak dan mendapatkan harga bagus (dan tentunya strike price yang bagus juga) untuk dapat filled. Karena market naik terus, tidak terasa, saya telah mengorbankan Technical Consideration dengan mempunyai posisi yang cukup RISKY dan ingin mendapatkan return lebih dari 10% (avg per month). Untung, kata hati lebih kuat, dan lebih untung lagi, price yang saya minta belum di execute oleh broker pada akhir hari itu. Maka pada keesokan harinya saya Cancel the order dan memasang posisi yang lebih bagus dilihat dari sisi RISK and REWARD nya.

Dari pengalaman ini, HATI HATILAH MENGHADAPI BULL MARKET. KARENA, “serakah” AKAN SELALU MENGHANTUI ANDA. Ingat, Trading is 60%-80% Psychology, and the rest is TECHNICAL AND KNOWLEDGE.

Untuk itu Gunakan analisis yang simple, jangan mencari indikator ataupun oscilator yang paling sempurna, itu tidak ada. Mengerti apa yang anda inginkan sebagai seorang trader dan pelajari untuk menjadi yang percaya diri. Tidak ada salahnya mendengar orang lain, tetapi anda adalah orang yang mengalami kerugian karena trading yang anda jalankan. Jadi pastikan anda tahu mengapa anda melakukan transaksi.

Dalam sebuah wawancara, Brian Juga pernah berkata : 

“Kebebsannya adalah tidak menjawab kepada siapapun, saya mempunyai etika kerja yang kuat, tetapi ketika pasarnya lemah saya mungkin mematikan komputer dan pergi berenang, naik sepeda, bermain ski, menikmati makan siang dengan keluarga dan lain-lain……dan saya tidak harus bertanya kepada siapa pun untuk mempermasalahkan ini. Saya juga menikmati tantangan mental untuk mencoba ramainya pasar; secara finansial dan emosional hal ini adalah bisnis yang menjanjikan ketika Anda terlibat di dalamnya pada saat Anda mencapai kesuksesan. Saya tidak melakukan transaksi untuk hal yang lain.

It is easy to lose track of your dicsipline when 


so many 


stocks are soaring. Do not allow yourself to


becomplacent. 


Bulls and bears Make money, greedy pigs 


get slaugheterd and disciplined pigs get rich. Be a 


disciplined pig.



Level-Level Trader

Untuk menjadi trader Forex, maka seseorang akan melalui beberapa tahapan yang secara tidak sadar akan dia lewati. 
Proses terjadinya perubahan seseorang ini sering dikenal sebagai level trader (level forex trader). Tingkatan ini akan dilalui secara alamiah dan bukan suatu yang formal meski nyata dan hampir selalu terjadi dan dilalui oleh setiap trader.

Level 0

Pada level ini seseorang akan :
  1. Mempelajari pengetahuan forex secara mendalam melalui berbagai macam jenis buku dan literatur yang mereka dapat baik secara gratis atau dengan cara membeli di toko buku atau lewat internet.
  2. Orang yang berada pada level ini termasuk orang yang hebat dan bisa menjadi penulis buku forex, tetapi mereka hanya menguasai teori dan tidak memiliki keberanian untuk bermain forex secara nyata.
  3. Orang dilevel ini bisa bekerja diperusahaan valas karena menguasai analisfundamental dan analis teknikal secara teori. artinya orang yang ada dilevel ini adalah NATO 'No Action Talking Only'.

Level 1

Dengan kesadaran akan pengetahuan saja maka kita tidak akan mendekati keuntungan yang maksimal secara financial. Hal yang paling penting adalah bukan berapa besar kita mengetahui teori forex, namun seberapa banyak profit yang kita kumpulkan kedalam akun kita.

Pada level ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :
  1. Kita sama sekali tidak menyadari bahwa kita tidak bisa trading dengan baik, namun kita mengira kita bisa trading meski fakta berkata sebaliknya.
  2. Kita tetap mengira bahwa kita adalah orang yang special, orang yang mampu mendapatkan kunci kekayaan dari trading, Dan kita tidak menyadari bahwa 90% trader yang gagal juga mempunyai perasaan seperti itu.
  3. Kita tidak mempunyai sistem yang lengkap, kita dikuasai oleh emosi, kita selalu averaging jika loss, karena kita marah pada market, kita selalu berharap take profit dalam jumlah yang besar dengan membiarkan yang kecil atau membiarkan profit sehingga kita menjadi serakah, kita membiarkan diri kita dikuasai emosi sehingga terkena margin call dan akhirnya modal ludes.


90% orang yang hanya sampai pada level ini biasanya mereka merasa kapok dan menganggap semuanya adalah khayalan atau bad dream. tidak banyak orang yang menyadari kesalahannya dan pindah ke level selanjutnya.


Level 2

Pada level ini kita telah menyadari bahwa :
  1. Kita tidak akan bisa trading jika kita tidak memiliki kemampuan untuk trading dan menghasilkan profit secara konsisten.
  2. Kita tahu solusinya, kita sadar bahwa di level 1 pikiran kita dikaburkan oleh emosi sehingga kita tidak bisa berfikir secara jernih.
  3. Di level ini kita akan mencari sistem yang sempurna, yang 100% profit dan tidak pernah loss, kita dahaga akan ilmu dan kita praktekan semua sistem yang kita peroleh.
  4. Kita akan membaca detail semua indikator, kita akan test semua indikator dan bahkan mungkin kita akan membuat indikator sendiri.
  5. Kita tahu bahwa market terlalu rumit untuk di prediksi hanya dengan satu indikator saja, kita tahu kondisi ideal dri masing-masing indikator, kita tahu persis keunggulan indikator tersebut dan kelemahannya.
  6. Kita akan coba menerka TOP ata BOTTOM dari market dengan indikator tersebut. kita akan bergabung dengan Chat Room Trader dan menayakan beberapa pertanyaan kepada trader senior.
  7. Pada akhirnya kita akan mendapatkan 5 sampai 10 sistem yang lengkap dan mencoba mencari tahu sistem mana yang paling cocok  dengan karakter kita.
  8. Dari 10 orang mungkin hanya 7 orang yang berhasil pindah ke level berikutnya.

Level 3

Pada akhir level 2 akhirnya kita menyadari pokok permasalahan bukan pterletak pada sistem, dan seterusnya kita mulai membaca tentang psikologi trading.


Level pencerahan ini membuat kita sadar akan beberapa hal penting diantaranya :
  1. Didunia ini tak seorangpun yang mampu memprediksi secara akurat apa yang akan terjadi di pasar 30 detik kemudian.
  2. Kita mulai menguasai satu sistem trading dan mulai memodifikasinya sesuai dengan karakter kita dan mampu memberikan banyak profit dibandingkan dengan sistem yang asli.
  3. Kita mulai trading ketika tahu probabilitas akan profit lebih besar dari pada loss, kita hanya trading ketika ada sinyal dari sistem kita dan menggunakanstop loss karena stop loss adalah resiko bisnis yang ada dalam dunia trading.
  4. Ketika stoploss kena, kita tidak emosi karena kita tahu tak seorangpun bisa memprediksinya, danitu bukan kesalahan kita, trading berikutnya akan meningkatkan probabilitas profitnya karena kita tahu sistem itu adalah sistem yang dapat menghasilkan profit.
  5. Kita sadar bahwa dalam dunia trading hanya ada satu hal, yaitu konsistensi pada sistem, psikologi trading dan money management serta kedisipinan kita.
  6. Kita mempelajari money management.
  7. Kita akan menerima bahwa kita tidak bisa meramalkan pergerakan market, kita hanya bisa memprediksi kemungkinan pergerakan market berdasarkan empiris.
  8. Dari 7 orang yang pindah ke level ini hanya sekitar 5 saja yang maju ke level berikutnya.

Level 4

Pada level ini kita mendapatkan metode :
  1. Sekarang kita hanya melakukan trading ketika kita mendapatkan sinyal dari sistem kita.
  2. Melakukan cut loss sama mudah nya dengan dengan take profit, karena kita tahu sistem kita akan lebih banyak memberikan profit dari pada loss, dan cut loss yang kita lakukan adalah resiko bisnis.
  3. Dilevel ini kita memulai target dengan profit 20 poin per hari, dan setelah mampu melakukan nya secara konsisten selama beberapa minggu kita mulai menaikan target menjadi 40 poin per hari. Dan hal itu akhirnya dapat kita lakukan.
  4. Kita masih perlu kerja keras untuk mendapatkannya, memperbaiki sistem, menguasai emosi kita, dan melaksanakan money management yang kita pegang.
  5. pada level ini biasanya berjalan selama 6 bulan.
  6. Dari 5 trader yang tersisa dilevel ini hanya sekitar 3 yang sanggup melaju ke level berikutnya.

Level 5

Sekarang kita sampai ke level yang mengindikasikan kita telah menjadi trader porofesional Forex Trader:
  1. Pada level ini kita bisa melakukan trading secara alami, kita telah mengetahui semuanya dan dancing with the market, kemana arah market berjalan kita telah open di posisi yang benar, sehingga kita hanya melihat profit kita bergerak dari 2 digit ke 3 digit.
  2. Ini adalah level puncak dari seorang trader, kita telah menguasai emosi dan kita trading dengan akun yang terus membesar setiap harinya dari kumulatif profit yang kita peroleh.
  3. Level ini disebut master degree.
  4. Kita akan menjadi bintang di trading chart room, orang orang akan mendengarkan apa yang kita katakan, kita akan memberikan saran kepada mereka, namun kebanyakan dari mereka tidak akan mendengarkannya karena mereka berada di level 1.


Struggle for survive on the Forex trading market
Frento T. Suharto, MM, MBA

Mark Weinstein



Setelah menderita kerugian besar dalam karir trading Weinstein, ia kemudian mendapat sukses yang menakjubkan dalam trading-trading berikutnya.

Ia memasuki sebuah kompetisi yang diselenggarakan oleh beberapa pialang seperti misalnya COBE dan dalam tiga bulan merubah dana  100.000 menjadi $ 900.000 dan ia mengklaim telah pernah mengalami loss (kekalahan) selama kompetisi.

7 aturan dasar Trading dari Weinstein adalah sbb :
  1. Belajar ekstra untuk mengetahui dasar-dasar dan rincian penting tentang instrumen trading Anda.
  2. Kebanyakan trader sukses adalah seorang yang rendah hati & tidak sombong. Jika Anda sombong maka Anda mempunyai kemungkinan untuk mengalami kerugian karena kurang awas dalam masalah managemen resiko karena terlalu percaya diri untuk mengalahkan pasar. 
  3. Memahami keterbatasan dan keunggulan Anda sebagai trader. Mengetahui kelemahan Anda, berguna untuk meminimalkan resiko dalam trading.
  4. Memliki pola pikir yang baik dan sebaliknya jangan takut untuk memasang Stop Loss. Sebagian besar trader takut untuk rugi, dan menjadikan mereka mempunyai mental seorang penakut, bukan seorang pemenang.
  5. Bersabar dan menunggu kondisi ideal untuk menampilkan diri sebelum memasuki sinyal trading. Memahami kapan masuk dan kapan keluar pasar adalah kedua hal yang sama-sama penting, dan poin ini adalah sebuah poin yang logis.
  6. Strategi trading Anda harus fleksibel dan harus mudah beradaptasi dengan perubahan pasar. Sebuah strategi trading yang dinamis diperlukan untuk menang karena perubahan pasar bisa saja terus terjadi, sehingga strategi trading Anda harus fleksibel untuk bersaing dengan itu. 
  7. Setelah mendapat profit, sebaiknya tidak menjadi puas atau sombong. Salah satu bagian tersulit dari trading adalah menjaga profit yang sudah diraih agar tidak hilang. Kebanyakan trader yang sudah profit langsung mengalami kerugian.


Kesabaran

"Saya jarang mengalami kerugian, karena saya menunggu saat yang tepat" kata Mark. Kebanyakan orang tidak akan menunggu terlalu lama atau tidak sabar menunggu waktu yang tepat untuk masuk pasar. 

Mereka akan berjalan ke hutan ketika masih gelap, sementara saya menunggu sampai hari terang. Meskipun cheetah adalah binatang tercepat di dunia dan bisa menangkap setiap binatang dihutan, ia akan menunggu sampai benar-benar yakin dapat menangkap mangsanya. Cheetah tersebut mungkin akan bersembunyi di semak selama seminggu, menunggu saat yang tepat. Ia mungkin akan menunggu bayi kijang, dan jika tidak muncul bayi kijang, maka ia akan menunggu hewan lain yang sakit atau lumpuh. Hanya kemudian, ketika ada kesempatan maka cheetah tersebut tidak kenal takut ia akan mengambil kesempatan itu. Itu adalah ciri dari seorang trader profesional".

Mengapa Mark bisa mengalami keuntungan yang signifikan ?

"Saya memiliki ketakutan yang nyata dari pasar. Saya telah menemukan bahwa trader yang baik adalah orang-orang yang paling takut pasar. 

Ketakutan saya terhadap pasar telah memaksa saya untuk mengasah waktu saya dengan pertimbangan yang matang. Ketika saya trading dengan benar, hal iniseperti perenang yang menyelesaikan pertandingan renangnya. 

"Jika saya merasa keadaan pasar tidak bagus, saya tidak akan melakukan trading".

Keberuntungan di pasar ...  

"Saya tidak percaya ada yang pernah rugi karena nasib buruk, pasti ada alasan lain. Entah Anda salah memprediksi trend, atau anda tidak memiliki pengalaman. Selalu ada kesalahan yang terlibat. " 

Unsur yang paling penting untuk menempatkan posisi dalam trading.

"Saya selalu mencari pasar yang kehilangan momentum, dan kemudian, mencari pasar atau instrumen yang lain. Jadi misalnya Anda tidak menjumpai momen bagus untuk trading di GBP/USD, maka mungkin Anda dapat menemukan momen di EUR/USD.

Kesimpulan

Penjelasan diatas adalah nasihat yang spesial dan terbaik bagi para trader besar, penekanan pada kesabaran dan menunggu kesempatan trading yang tepat adalah sesuatu yang harus trader miliki. Inti dari sistem Mark adalah mencari peluang terbaik dan masuk pada posisi yang tepat. 

Seorang trader juga harus bisa mengelola dana dan mengelola resiko. Resiko kerugian harus dihitung dan diukur dengan baik.

Sumber :
Google

14 Rahasia Kesuksesan Peter Lynch


Peter Lynch, sebagai salah satu fund manager terbaik dalam dunia investasi, tak ketinggalan membagi nasihat tentang strategi investasinya, yang khusus ditujukan kepada para investor individual. Nasehat-nasehat Peter Lynch ini pernah diterbikan di majalah Worth tahun 1997.

Berikut petikannya :
  1. Untuk setiap saham yang kita miliki, ikuti terus ceritanya dan tulis di buku catatan. Catat perkembangan-perkembangan terbarunya dan perhatikan dengan seksama labanya. Apakah saham tersebut tergolong growth stock, cyclical stock atau value stock. Kinerja saham yang bagus ataupun jelek pasti ada alasannya. Pastikan kita mengetahui apa alasannya.
  2. Berikan perhatian pada fakta, dan bukan prediksi.
  3. Tanya kepada diri Anda: berapa besar return yang kita dapatkan jika Anda benar dan seberapa besar potensi kerugiannya jika Anda salah. Carilah saham dengan rasio risk-reward 3 s/d 1 atau lebih kecil.
  4. Sebelum berinvestasi, cek balance sheet untuk mengetahui apakah perusahaan tersebut kuat secara finansial.
  5. Jangan membeli options dan jangan membeli menggunakan margin. Jika kita membeli options, waktu akan menjadi musuh kita, dan jika kita membeli dengan margin, kejatuhan market akan membuat Anda bangkrut.
  6. Ketika beberapa ‘insiders’ membeli saham perusahaannya, hal tersebut merupakan sesuatu yang bagus.
  7. Kebanyakan investor bisa memantau lima sampai dengan sepuluh saham sekaligus, akan tetapi tidak ada satu keharusan untuk memiliki sejumlah itu. Jika Anda lebih nyaman memiliki tujuh saham, beli  tujuh saham. Jika Anda menyukai tiga saham, belilah tiga saham. Jika Anda merasa nyaman untuk tidak memiliki saham, jangan beli satupun.
  8. Bersabarlah. Saham yang telah memberikan saya keuntungan maksimum, kenaikan harga terbesarnya terjadi pada tahun ketiga atau keempat sejak saya memilikinya. Beberapa membutuhkan waktu sepuluh tahun.
  9. Belilah sejak dini namun jangan terlalu dini. Saya sering menganalogikan investasi pada ‘growth companies’ dengan istilah-istilah dalam baseball. Cobalah untuk mengikuti permainan di inning ketiga, karena perusahaan telah membuktikan kinerjanya pada fase tersebut. Apabila kita membeli sebelum susunan pemain diumumkan, kita mengambil risiko yang tidak perlu. Kita memiliki banyak waktu (10-15 tahun pada beberapa kasus) antara inning ketiga dan inning ketujuh, di mana saham harganya bisa naik 10 – 50 kali lipat. Apabila kita membeli di inning terakhir sepertinya terlalu terlambat.
  10. Jangan membeli saham yang murah karena harganya murah. Belilah mereka karena fundamentalnya membaik.
  11. Belilah perusahaan kecil setelah mereka memiliki kans untuk mencetak laba.
  12. “Long-shots usually backfire or become no shots.” (catatan: hal ini merupakan ungkapan bahwa membeli saham berdasarkan tips dari seseorang berpotensi menjadi bumerang dan tidak memberikan keuntungan bagi kita).
  13. Jika Anda membeli saham karena dividennya, pastikan bahwa perusahaan tersebut mampu memberikan dividen dari labanya, bahkan pada saat ekonomi memburuk.
  14. Investigasi sepuluh perusahaan dan kemungkinan besar Anda akan menemukan satu perusahaan dengan prospek yang cemerlang. Investigasi 50 perusahan dan Anda kemungkinan besar akan menemukan lima perusahaan dengan prospek yang cemerlang.


12 Ciri-Ciri Investor Sukses



investor yang sukses di pasar saham, sebut saja Warren Buffett, Peter Lynch, Jack Bogle, atau Philip Fisher. Mereka memiliki strategi tersendiri, metode, dan teknik untuk mencapai kesuksesannya masing-masing. Meskipun memiliki banyak perbedaan.

Tp semua investor yang sukses memiliki persamaan sifat atau ciri-ciri yang benar-benar membuat mereka berhasil. Berikut adalah ciri-ciri investor saham yang sukses. Apakah Anda memilikinya? 

1. MEMILIKI STRATEGI INVESTASI

Setiap investor yang sukses dari waktu ke waktu mengembangkan strategi investasi didefinisikan dengan baik. Mereka tetap berpegang pada strategi ini dari waktu ke waktu. Strategi investasi bagi setiap orang tidak harus sama. Sementara beberapa investor sukses menerapkan strategi diversifikasi portofolio, yang lain seperti Warren Buffett mengikuti strategi portofolio yang cenderung fokus. Ada yang menggunakan income investing,growth investing atau value investing. Ada pula yang menggunakan gabungan berbagai strategi tersebut. Setiap investor berhak untuk memilih gaya berinvestasi masing-masing. Tidak peduli jenis strategi yang Anda gunakan, pastikan Anda tahu apa yang dilakukan.
“I try to buy stock in businesses that are so wonderful that an idiot can run them. Because sooner or later, one will." – Warren Buffett

2. DISIPLIN

Investor sukses selalu disiplin pada aturan, strategi dan prinsip-prinsip investasi mereka sendiri. Investor profesional tahu bahwa dibutuhkan banyak disiplin untuk tetap berpegang pada strategi investasi yang sudah ditetapkan, di tengah banyak gangguan dari berita, bisikan, atau rumor.
“My two rules of investing: Rule one – never lose money. Rule two – never forget rule one.” – Warren Buffett

3. SABAR

Investor sukses sangat sabar. Ketika mereka membuat strategi investasi, mereka siap untuk menunggu untuk memastikan rencana mereka terwujud. Mereka mengambil kesempatan dari fluktuasi pasar, dan mereka berencana untuk bertahan selama mungkin.
“I never attempt to make money on the stock market. I buy on assumption they could close the market the next day and not re-open it for five years.” – Warren Buffett

4. FOKUS PADA JANGKA PANJANG

Investor sukses mengabaikan fluktuasi jangka pendek di pasar. Investor sukses tidak terjebak dalam fluktuasi pasar sehari-hari. Mereka justru memanfaatkan fluktuasi di pasar saham untuk mendapatkan harga saham yang murah. Selama sebuah perusahaan terus bertumbuh laba dan penjualannya, investor sukses cenderung mendekap sahamnya selama mungkin. Mereka hanya menjual, jika perkembangan perusahaan sudah tidak sesuai dengan strategi investasinya. 
"Our favorite holding period is forever." - Warren Buffett

5. KONTROL EMOSI YANG KUAT

Setiap investor sejati tahu bahwa pasar didorong oleh sentimen, yaitu ketakutan dan keserakahan. Investor sukses memiliki kontrol kuat atas emosi ini. Mereka tidak mengizinkan saran dari pakar investasi atau penasihat keuangan mempengaruhi pilihan mereka atau metode investasi. Mereka tidak meninggalkan strategi investasi mereka hanya karena harga sahamnya turun. Mereka juga tidak menjadi eforia ketika sahamnya naik.
"Be fearful when others are greedy. Be greedy when others are fearful." -Warren Buffet

6. MENGELOLA RISIKO

Setiap investor sukses memahami bahwa berinvestasi selalu mengandung risiko. Tapi mereka bisa mengelola risiko tersebut. Seorang investor profesional akan selalu berinvestasi dengan manajemen risiko terukur.
“Risk comes from not knowing what you are doing.” – Warren Buffett

7. REALISTIS

Investor sukses memiliki pandangan yang realistis tentang investasi. Investor sukses memahami bahwa mereka tidak akan kaya secara instan. Namun, pandangan realistis tanpa keserakahan yang berlebihan akan memberikan pikiran yang jernih untuk berinvestasi dengan benar.
"I don’t look to jump over 7-foot bars: I look around for 1-foot bars that I can step over." - Warren Buffett

8. BELAJAR DARI KESALAHAN

Anda tidak pernah bisa menjadi seorang investor yang sukses tanpa membuat beberapa kesalahan investasi. Investor sukses membuat kesalahan tetapi mereka tidak berkecil hati oleh kesalahan-kesalahan tersebut. Mereka tahu kesalahan adalah bagian dari proses untuk menjadi investor yang lebih baik. Bahkan Warren Buffett pun melakukan berbagai kesalahan dalam investasi. Investor sukses melihat kesalahan sebagai kesempatan untuk belajar sesuatu yang baru. Investor sukses memaafkan dirinya sendiri dan bergerak maju.
“Only those who are asleep make no mistakes.” – Ingvar Kamprad

9. PEMBELAJAR 
Karakteristik investor yang sukses adalah bahwa mereka adalah pembelajar. Mereka menghabiskan lebih banyak waktu belajar dari investor kebanyakan. Investor sukses tahu bahwa cangkir pengetahuan mereka selalu setengah kosong, sehingga mereka selalu menjaga pikiran mereka terbuka, selalu siap untuk belajar. Mereka membaca buku-buku, jurnal, majalah dan juga media lain mulai dari investasi sampai untuk pengembangan pribadi. 

“The rich invest in time, the poor invest in money.” – Warren Buffett

10. GAYA HIDUP SEDERHANA

Berbeda dari pandangan kebanyakan orang, investor saham yang sukses biasanya malah tidak dikenal publik. Mereka hidup tidak bermewah-mewah. Sederhana. Bahkan Warren Buffett yang sukses besar dan dikenal luas oleh publik pun hidup sederhana. Ia tidak tinggal di kota besar, setelah sukses pun ia masih hidup di rumah kecil yang sama dengan 3 kamar tidur di pertengahan kota Omaha, yang ia beli setelah ia menikah beberapa puluh tahun yang lalu. Dia mengendarai mobilnya sendiri di mana-mana dan tidak memiliki sopir atau orang-orang keamanan di sekelilingnya. Dia tidak pernah bepergian dengan pesawat jet pribadi, walaupun ia memiliki perusahaan jet pribadi terbesar di dunia. Investor saham yang sukses tidak menghamburkan uang yang dimilikinya, ia memilih untuk menginvestasikannya kembali. Mereka memahami benar nilai uang. Boleh dibilang, gaya hidup investor yang sukses adalah "Saving & Investing".
"Price is what you pay. Value is what you get." - Warren Buffett

11. FOKUS PADA BIDANGNYA

Investor sukses fokus pada bidang mereka. Mereka mengambil satu langkah setiap waktu, tetapi tidak berpindah ke bidang lain. Kebanyakan investor sukses menikmati hasilnya setelah waktu lama. Bertahun-tahun mereka konsisten pada bidangnya. Warren Buffett fokus pada saham, ia tidak berpindah menjadi investor emas, komoditas atau real estate. Mungkin saja ada investor serba bisa, tetapi kebanyakan orang hanya sukses di satu bidang tertentu.
“The men who have succeeded are men who have chosen one line and stuck to it.” – Andrew Carnegie

12. MEMILIKI PASSION 

Mengapa Anda menjadi seorang investor saham? Jawaban atas pertanyaan ini akan menentukan apakah Anda akan berhasil dalam dunia investasi atau tidak. Semuanya berawal dari passion, minat dan cinta yang dalam pada investasi saham. Kemudian belajar dan berusaha dengan keras. Passion seperti energi yang tak pernah habis, membantu Anda menekuni pasar saham lebih giat lagi. Tanpa passion yang kuat pada investasi saham, Anda hanya akan berhenti di tengah jalan. Tujuan investasi Anda kemungkinan tidak tercapai.
"A flower cannot blossom without sunshine, nor a garden without love." - Chinese proverb

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. Alternatif Bisnis - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger