Recent Articles
Tampilkan postingan dengan label Kospi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kospi. Tampilkan semua postingan

Kospi 01/04/14


Kospi open gap up dan menguat pada hari Selasa, melanjutkan sentimen penguatan 2 minggu terakhir dan mencatat high baru tahun ini pada pagi ini di 260.40.

Pasar Asia catat high 4 bulan pada hari Selasa setelah data resmi PMI menunjukan sektor manufaktur berhasil berlanjut berkembang pada bulan Maret, dan pernyataan dovish dari kepala Federal Reserve Janet Yellen.

Data China PMI naik ke 50.3 pada bulan Maret dari data Febuari 50.2, sejalan dengan forecast para ekonom. Diatas 50 menggambarkan pertumgbuhan, dibawah 50 menggambarkan perlambatan.

Sementara data PMI sendiri tidak dapat menepis kekuatiran perlambatan di China, sentimen investor telah berkembang beberapa minggu terakhir ini bahwa pemerintah China akan mengadopsi rencana stimulus untuk mencapai target pertumbuhannya.

Bursa juga terdukung setelah Yellen mendukung perlunya komitmen “Luar Biasa” untuk mendukung ekonomi US, nampaknya mengganggu ekspektasi kemungkinan peningkatan suku bunga yang lebih cepat.

Yellen memberikan pembelaan yang kuat terhadap kebijakan pelonggaran Fed pada pidato publik pertama-nya sejak dia menjabat sebagai kepala Federal Reserve 2 bulan lalu, menyatakan masih adanya kekuarangan yang “cukup besar” pada perekonomian dan pasar tenaga kerja.

Pasar berkembang yang mengalami selloff pada awal tahun terpukul kekuatiran perubahan kebijakan Fed, perlambatan ekonomi China, dan ketidak stabilan politik di beberapa negara, nampak mendapat stabilitas kembali.

Inflasi Zona Eropa turun ke 0.5% pada bulan Maret, level terendah sejak November 2009, berada dalam level bahaya bagi Eropa, dengan 6 bulan berturut-turut dibahwah 1%.

Tetapi hanya sedikit pelaku pasar yang  mengekspektasikan kebijakan ECB akan berubah pada pertemuan hari Kamis, sebagian atas komentar dari anggota ECB dan presiden Bundesbank Jens Weidmann pada hari Sabtu.

Weidmann menyatakan bahwa zona eropa tidak dalam lingkup deflasi dan ECB tidak perlu bersikap berlebihan atas perlambatan inflasi yang disebabkan oleh faktor musiman yang harusnya terbukti hanya bersifat sementara.

Trend Bullish.
Res      : 261.85 – 263.25 – 264.45
Sup      : 257.10 – 255.60 – 254.45

Kospi 27/03/14


Kospi mengalami penguatan pada hari Kamis, terangkat naik walau pasar regional Asia lainnya mengalami pelemahan. Pelemahan pada pasar regional Asia memberikan dukungan pada Kospi yang kehilangan pesaing utama-nya terutama dari Jepang yang menantikan pelaksanaan pajak penjualan baru.

Pasar Asia dalam mood yang ketakutan pada hari Kamis mengikuti pelemahan pada akhir sesi Wall Street, dengan saham-saham Jepang melemah seiring para investor menantikan hitungan mundur kenaikan pajak penjualan yang diekspektasikan akan memukul belanja konsumendan menguji kepercayaan masyarakat pada” Abenomic”.

Pajak penjualan akan naik menjadi 8% dari sebelumnya 5% pada 1 April, yang juga sebagai awal tahun fiskal baru untuk Jepang. Mengikuti pelemahan nikkei membawa mata uang Yen menguat mencatat 101.70 pagi ini.

Pembahasan stimulus di China menjadi support bursa asia pada sesi baru-baru ini, tetapi efeknya mulai memudar akibat kurangnya langkah-langkah konkret dari pemerintah China.

Sebagian pasar menyalahkan pelemahan pada bursa Wall Street kepada aksi US & Uni Eropa yang telah setuju bekerja sama dalam mempersiapkan sanksi ekonomi yang lebih berat atas gerakan Rusia di Ukraina.
Trend Sideway bullish.

Res      : 257.70 – 258.55 – 259.60
Sup      : 255.05 – 253.95 – 253.10

Kospi 25/03/14



Kospi open gap down pada hari selasa setelah data manufaktur China & Us yang melemah dan kekuatrian atas masalah Ukaina menjadi pemicu aksi profit taking. Tetapi Kospi kembali menguat pagi ini dengan pasar Asia yang nampak stabil.
Bursa Asia bertahan pada hari Selasa setelah Wall Street melemah semalam, walau masih adanya harapan yang semu pada rencana stimul;us baru di China dapat membantu sentimen para investor.
Harga surat berharga US melemah, dengan kekuatiran para investor bahwa Federal Reserve mungkin akan menaikan tingkat suku bunga lebih cepat daripada ekspektasi.
Kekuatiran atas Ukraina dan data US Flash Manufacturing PMIdipandang sebagai pemicu pelemahan pasar US semalam, tetapi pelaku pasar juga menyatakan bahwa aksi jual ini bisa juga sebagai aksi lepas posisi jelang akhir kuartal satu.
US Flash Manufacturing PMI semalam dilaporkan 55.5 pada bulan Maret, turun dari 57.1 pada bulan Febuari.
Pada pertemuan G7 darurat kemarin, Barack Obama dan sekutu industri-nya memperingatkan Rusia pada lkemungkinan sanksi ekonomi jika Vladimir Putin melakukan agresi lebih jauh untuk mengoyahkan kestabilan negara Ukraina setelah penggabungan Crimea ke Rusia.
Trend Sideway.
Res      : 254.30 -  255.55 – 256.30
Sup      : 251.65 – 251.00 – 250.25

Kospi 24/03/14



Kospi dibuka gap up pada hari Senin, lalu berlanjut naik mendekati high minggu lalu pada 254.30. tetapi kembali turun setelah terpukul data PMI Chhina yang lebih buruk daripada data sebelumnya, memicu kekuatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Bursa Asia melemah pada awal hari Senin setelah data China HSBC flash PMI Maret turun ke level terendah dalam 8 bulan terakhir. Hasil yang dilaporkan sebesar 48.1, turun dari hasil Febuari pada 48.5.
Secara keseluruhan risk appetite tertekan seiring ketegangan geopolitik berlanjut bertahan setelah komandan militer puncak NATO berkata pada hari Minggu bahwa Rusia telah menempatkan pasukan “yang cukup besar” pada perbatasan mereka dengan Ukraina, dan Moskow mungkin memiliki daerah lain di bekas negara Soviet, Moldova, setelah menyerap Crimea kedalam Rusia.
Para pelaku pasar melakukan aksi beli dollar dengan cepat pada minggu lalu setelah resiko peningkatan suku bunga US pada awal tahun 2015 setelah kepala Fed Janet Yellen mengejutkan pasar dengan meningkatkan peluang kebijakan tersebut.
Pasar mata uang juga masih menantikan pertemuan darurat antara para pemimpin G7 yang dijadwalkan akan berlangsung di Hague, dimana G7 mungkin akan mendiskusikan bagaimanan memberikan tekanan lebih jauh kepada Rusia dan akibat potensial nya.
Trend Sideway.
Res      : 254.30 – 255.55 – 256.30
Sup      : 251.65 – 251.00 – 250.25

Kospi 21/03/14


Beberapa saat menjelang penutupan, indeks Kospi –Korea Selatan terpantau menguat berkat suasanaoptimisme pasar Asia setelah Wall Street berakhir rally terkait data-data ekonomi AS yang positif.
Salah satu data yang rilis apik dari Amerika adalah data indeks bisnis Fed Philadelphia. Indeks yang mengkalkulasi aktivitas bisnis secara umum meliputi sektor pabrik regional, diluar perkiraan melonjak menjadi +9,0 di bulan Maret dari bulan sebelumnya di angka (-6,3). Membaiknya data tersebut membuat sebagian investor cukup optimis dengan proses pemulihan di Amerika sehingga memicu kalangan eksportir yakin dengan pangsa pasar mereka.
Di lantai bursa Seoul nampak saham blue-chips unggul memimpin rally perdagangan. Tercatat saham Hyundai Motor rally 1,5%. Sedangkan saham LG Electronics, LG Display dan KIA Motors masing-masing naik antara 1 s/d 2 persen. Kalangan investor di bursa Seoul juga nampak optimis setelah muncul kabar bahwa otoritas Beijing akan menggelontorkan stimulus baru demi meningkatkan pertumbuhan.
Indeks utama Kospi (KS11) tercatat menguat +0.77% atau bertambah +14.86 poin pada kisaran 1934.38. Sementara indeks Kospi-fut juga rally +0.86% atau +2.15 poin pada kisaran 251.80.

Kospi 19/03/14


Kospi open gap up pada hari Rabu, menguat lanjutkan aksi bargain hunting 2 hari terakhir, tetapi kembali melemah setelah data regional yang nampak melemah dan aksi take profit dari para buyer sebelumnya.
Dollar bertahan dekat level low lebih dari 4 bulan terhadap serangkaian mata uang pada hari Rabu, atas kegemparan atas pembahasan kebijakan perdana Janet Yellen sebagai kepala Federal Reserve.
Pasar global mendapat kelegaan setelah presiden Rusia, Vladimir Putin berkata dia tidak berencana untuk merebut daerah lainnya dari Ukraina, sehari setelah rakyat Crimea memilih untuk bergabung kembali ke Rusia.
Fed diekspektasikan secara luas untuk melanjutkan pengurangan program stimulus bulanannya sebesar $10billion pada akhir pertemuan kebijakan 2 hari yang akan diumumkan kamis tengah malam nanti, pembahasan kebijakan perdana sejak Janet Yellen menjadi kepala bank sentral terkuat di dunia.
Para pelaku pasar akan sangat terfokus pada petunjuk kebijakan Fed, dengan sebagian besar berekspektasi Fed akan menenangkan pasar bahwa keniakan suku bunga masih jauh walaupun tingkat pengangguran membaik lebih cepat daripada ekspektasi.
Sebelumnya Fed pernah menyatakan mereka tidak akan menaikan tingkat suku bunga hingga pengangguran turun setidaknya 6.5%, janji yang diperkirakan oleh para pejabat Fed akan bertahan hingga pertengahan 2015. Tetapi tingkat itu mencatat level terendah dalam 5 tahun pada bulan Januari di 6.6%, sebelum kembali naik ke 6.7% pada bulan Febuari.
Trend sideway.
Res         : 254.80 – 255.50 – 256.00
Sup        : 251.85 – 251.30 – 250.80
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. Alternatif Bisnis - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger